Bikin Heboh….!! Ada Surat Perintah Penahanan untuk Jessica di Australia


Beritaterbaru.org – Jaksa penuntut umum mendatangkan polisi dari Australia, John Jesus Torres, sebagai saksi fakta dalam lanjutan sidang kematian Wayan Mirna Salihin, dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 September 2016.

Torres mengungkapkan ada surat dari pengadilan New South Wales pada 16 Desember 2015 yang berisi perintah penahanan sementara terhadap Jessica. 

Surat perintah penahanan itu terkait laporan Patrick O’Connor, mantan kekasih Jessica ke polisi. Surat itu berisi kekhawatiran O’Connor terhadap Jessica dan diri O’Connor sendiri. Pengadilan Bagian New South Wales pernah mengajukan surat ke pengadilan setempat terkait laporan tersebut.

Laporan ini, menurut Torres, berisi peraturan-peraturan mengikat yang harus ditandatangani oleh Jessica untuk melindungi O’Connor dari perilaku yang tidak diinginkan oleh Jessica.

“Perintah pengadilan ini tak dihadiri oleh Nona Wongso (Jessica). Sidangnya kemudian diskors hingga 4 Februari 2016 dan sidang berikutnya 26 Februari 2016,” kata Torres.

Pada saat itu, Jessica sudah dituduh terlibat dengan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Indonesia. Jessica dituding telah menaburkan sianida ke dalam Es Kopi Vietnam yang menyebabkan Mirna tewas.

Jessica telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Mirna. Senin, 26 September 2016 merupakan hari terakhir bagi jaksa penuntut umum mendatangkan saksi memberatkan bagi Jessica. Kemarin merupakan sidang ke 25 sejak kasus ini bergulir di pengadilan.

Torres menjelaskan laporan itu dibuat O’Connor karena Jessica kerap menghubunginya dan mengancam akan membunuh dirinya sendiri. Ancaman Jessica terakhir dilakukan pada 22 November 2016. Torres mengatakan O’Connor takut Jessica akan terus menerus melakukan itu dan bahkan menghubungi teman kerjannya.

“Pada dasarnya ketakuatan O’Connor karena hubungan mereka sudah putus dan dia (Jessica) punya masalah sakit kejiwaan serius,” kata Torres yang memerlukan penerjemah dalam memberikan keterangan. Laporan itu masuk pada 24 November 2015.

Selama laporan ini berlangsung, Jessica juga masih tetap menghubungi O’Connor. Terhitung, ada 15 pesan pendek dan 5 panggilan diterima O’Connor dari Jessica. Polisi bahkan sempat menyaksikan tiga di antara panggilan itu.

Surat dari pengadilan New South Wales terbit pada 16 Desember 2015. Surat itu berisi perintah penahanan sementara terhadap Jessica. Perintah penahanan ini, menurut Torres, berisi peraturan-peraturan mengikat yang harus ditandatangani oleh Jessica untuk melindungi O’Connor dari perilaku yang tidak diinginkan oleh Jessica.

“Perintah pengadilan ini tak dihadiri oleh Nona Wongso (Jessica). Sidangnya kemudian diskors hingga 4 Februari 2016 dan sidang berikutnya tanggal 26 Februari 2016,” kata Torres.

Pada saat itu, Jessica sudah dituduh terlibat dengan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Indonesia. Jessica dituding telah menaburkan sianida ke dalam Es Kopi Vietnam yang menyebabkan Mirna tewas.

Jessica telah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus pembunuhan Mirna. Senin, 26 September 2016 merupakan hari terakhir bagi jaksa penuntut umum mendatangkan saksi memberatkan bagi Jessica. Kemarin merupakan sidang ke 25 sejak kasus ini bergulir di pengadilan.(*)

URL : http://www.Beritaterbaru.org/2016/09/bikin-heboh-ada-surat-perintah.html

Postingan Terkait:

Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Beritaterbaru.org – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Beritaterbaru.org – Meskipun Gubernur nonaktif DKI Jakarta

Top