Bongkar Kebohongan Amien Rais, Yusril Sebut Amien Rais Pendusta…!!


Beritaterbaru.org – Yusril Ihza Mahendra saat ini lagi berharap penuh dukungan Amien Rais dan SBY.  

“Jadi sejak Minggu lalu Pak SBY turun tangan, begitu juga Pak Amien rais, dengan kapasitas masing-masing dari beliau dan merangkai kekuatan politik. Insya Allah juga ada dukungan dari PPP dan PKB,” kata Yusril kepada wartawan di Gang F Raya RT 06/05, Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2016).

Padahal kalau mau membuka history seorang Yusril Ihza Mahendara, Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) ini pernah Amin Rais pendusta dan SBY Presiden koruptor.

Amin, menurut Yusril, selaku Ketua MPR telah berdusta karena menyebut Megawati Soekarnoputri dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memenuhi syarat sebagai calon presiden tahun 1999, yang ketika itu dipilih oleh MPR.

“Dia (Amin Rais) dalam memimpin sidang MPR bilang ada tiga calon yang memenuhi persyaratan lengkap. Belakangan saya baru tahu bahwa Amin Rais berdusta. Saya buka file di DPR, Megawati dan Gus Dur ternyata tidak menyerahkan satupun dokumen persyaratan capres kepada MPR,” kata Yusril di sela debat ketiga Capres Konvensi Rakyat di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), Kalimantan Timur (Minggu, 9/2).

Syarat-syarat yang tidak diserahkan oleh Megawati dan Gus Dur kata Yusril, seperti syarat kesehatan, keterangan berkelakuan baik dan syarat lainnya yang diatur perundang-undangan.

Yusril menjelaskan pada saat itu ada tiga calon presiden yang mendaftar ke MPR. Dirinya yang pertama mendaftar kemudian Gus Dur dan Mega. Namun sebelum pemilihan dilakukan, Yusril mengundurkan diri atas desakan elit PAN, Amin Rais, AM Fatwa dan Fuad Bawazier dengan alasan masih terlalu muda dan tidak pengalaman.

“Sebenarnya Megawati dan Gus Dur juga sama, tidak punya pengalaman juga,” imbuh Yusril.

Dalam kesempatan itu Yusril juga menyampaikan dirinya terus diganjal untuk tidak bisa menjadi presiden. Setelah manuver Amin Rais Cs di Pilpres 1999, langkah Yusril maju di Pilpres 2014 juga dihambat.


“Saya pertama mendaftar, kemudian Gus Dur dan ketiga Mega,” kata Yusril saat debat Konvensi Rakyat di Gedung Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (9/2/2014).

Padahal, kata Yusril, dirinya juga telah mendaftar sebagai calon presiden. Ia juga telah melengkapi syarat-syarat calon presiden ke MPR. Sedangkan dua calon lainnya Megawati Soekarnoputri dan Gus Dur tidak melengkapi syarat tersebut.

Yusril kemudian bercerita saat pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR, maka peta politik berubah. Saat ia datang, ternyata sedang terjadi perdebatan antara Habibie dan Marwah Daud Ibrahim. Saat itu, kata Yusril, Marwah menginginkan Habibie tetap maju sebagai presiden.

“Habibie enggak mau maju, disitu ada Pak Ginanjar (Ginanjar Kartasasmita) enggak bersedia, Akbar (Akbar Tandjung) enggak bersedia, Hamzah Haz engga enak karena sama-sama NU,” tuturnya.

Ketika tidak ada yang mau maju sebagai presiden, Yusril mengajukan diri. Ia mengatakan telah memiliki persiapan dengan surat-surat kelengkapan syarat calon presiden. Namun, forum tersebut memutuskan untuk menunggu Amien Rais.

Amien Rais akhirnya datang dan mengaku telah mencalonkan Gus Dur. Padahal, kata Yusril, forum akan memutuskan Amien Rais menjadi presiden kalau Mantan Ketua Umum PAN itu bersedia. “Saya sudah mencalonkan Gus Dur, saya minta waktu temui Gus Dur. Kita tunggu Amien engga muncul-muncul,” kata Yusril.


Saat itu, Habibie memberikan lampu hijau kepada Yusril untuk menjadi presiden. Tapi ada satu syarat yakni memilih Wiranto sebagai calon wakil presiden. Tetapi yang terjadi, kata Yusril, namanya sebagai calon presiden hilang saat Sidang MPR dibuka. “Ada skenario memaksa saya untuk mundur,” katanya.

Pada menit terakhir jelang penentuan calon presiden yang akan bertarung, Yusril mengaku didesak mundur oleh banyak orang, diantaranya AM Fatwa, Amien Rais. Menurut Yusril, keduanya termasuk yang tidak menginginkannya dan mendesaknya mundur dari capres.

“Alasannya, saya masih terlalu muda dan tidak pengalaman,” ungkapnya.

Padahal, menurut mantan Menteri Kehakiman itu, Gus Dur dan Mega juga tidak punya pengalaman. “Belakangan, saya baru tahu bahwa Amien Rais berdusta,” tegasnya.



“Tahun 2014 saya mau maju lagi tapi dihajar lagi. Mereka bilang nanti saja tahun 2019, tapi nanti saat 2019 orang bilang saya sudah ketuan. Jadi sudahlah, jadi presiden alhamdulillah tidak jadi presiden juga alhamdulillah,” demikian Yusril.

Sebelumnya Menurut Ruhut Sitompul, pernyataan Yusril dengan mengharapkan dukungan dari SBY, sama dengan menjilat ludah sendiri. Sebab pada 2012 silam, Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu sempat menyindir SBY sebagai presiden koruptor. Namun jelang Pilkada, Yusril seakan-akan sangat menanti dukungan SBY.

“(Yusril) Menjilat ludah sendiri. Kalau aku anggap ada suatu keanehan. Karena apapun Pak Yusril sudah terlalu banyak menghina Pak SBY. Ya kan dia bilang Pak SBY kan partai koruptor, karena membela koruptor kan gitu,” kata Ruhut, Minggu (11/9/2016).

Bagaimana menurut anda?


Editor: Lisa Kurniasih

http://politik.rmol.co/read/2014/02/09/143130/Yusril-Ihza:-Amin-Rais-Pendusta-

http://www.atjehcyber.net/2014/02/yusril-ungkap-kebohongan-amien-rais.html?m=1


http://www.tribunnews.com/nasional/2013/11/24/impian-yusril-jadi-presiden-kandas-di-tangan-amien-rais?page=2

URL : http://www.Beritaterbaru.org/2016/09/bongkar-kebohongan-amien-rais-yusril.html

Postingan Terkait:

Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Beritaterbaru.org – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Beritaterbaru.org – Meskipun Gubernur nonaktif DKI Jakarta

Top