Bupati Banyuasin Ditangkap KPK Usai Ikut Pengajian Sebelum Naik Haji Besok

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian saat ditangkap KPK
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian saat ditangkap KPK. (Istimewa)

Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian ditangkap KPK sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (4/9/2016), karena diduga menerima suap untuk memuluskan sebuah perizinan. Ia ditangkap sesaat setelah ia bersama keluarga besarnya dan tamu undangan lainnya, menggelar hajatan sebelum sang bupati berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, Mekkah, Senin (5/9/2016) besok.

Penangkapan dilakukan di rumah dinas sang bupati yang memang dibuntuti tim KPK sejak pagi. Saat akan meninggalkan tempat acara, Yan Anton langsung dicokok tim KPK. Ironisnya, acara tersebut dihadiri sang ayah, Amiruddin Inoed, yang juga mantan Bupati Banyuasin.

Dari tangan Yan Anton, KPK mengamankan sejumlah uang. Uang tersebut diduga adalah uang suap dari seorang pengusaha untuk pengurusan izin usaha.

Penangkapan yang dilakukan KPK ini dibantu oleh pihak Polda Sumatera Selatan. Bahkan usai ditangkap, Yan Anton langsung digelandang ke Mapolda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan awal.

“Dari KPK memang minta bantuan Polda untuk kegiatan KPK di Banyuasin. Kita sebatas back up pengamanan, maupun pengamanan tempat dalam menjalankan tugasnya. Tindakan lain diserahkan ke KPK,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Djarot Padakova saat dikonfirmasi.

Yan Anton malam ini diterbangkan ke Jakarta. Seperti diberitakan Detikcom, Yan Anton sudah berada di Bandara Mahmud Badarudin II sejak pukul 17.00 WIB. Bupati Anton langsung diterbangkan ke Jakarta.

Diperkirakan Bupati Anton akan sampai di Jakarta sekitar pukul 20.00 WIB. Selanjutnya dia dan tiga orang lain yang tertangkap langsung digelandang ke kantor KPK di Kuningan, Jaksel.

KPK akan langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Anton. Dalam waktu 1×24 jam, KPK akan menentukan status Anton. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan dalam jumpa pers yang diadakan pada Senin (5/9/2016).

Selain Bupati Banyuasin, ada tiga orang lainnya yang juga ikut dibawa KPK ke Palembang. Yakni Kepala Dinas Pendidikan, Umar Usman, Kabag ART, Rustamin Alias Darus, dan seorang kontraktor.

Postingan Terkait:

Sri Mulyani: Utang AS dan Jepang Berkali-kali Lipat dari RI, Tapi Nggak Bangkrut !
Sri Mulyani: Utang AS dan Jepang Berkali-kali Lipat dari RI, Tapi Nggak Bangkrut !
Beritaterbaru.org – Mendengar tentang utang kadang menakutkan.
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Beritaterbaru.org – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari

Top