Dvijatma Puspita Rahmani Tak Naik Kelas, Ini Klarifikasi SMAN 4 Bandung

Jumpa pers di SMAN 4 Bandung soal kasus Dvijatma Puspita Rahmani
Jumpa pers di SMAN 4 Bandung soal kasus Dvijatma Puspita Rahmani. (Detikcom)

Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung Dadang Yani memberikan penjelasan mengenai kasus Dvijatma Puspita Rahmani, siswi yang tak naik kelas karena mendapat nilai nol. Menurutnya, berita yang berkembang saat ini tidak benar.

Dadang menjelaskan bahwa pihak sekolah sudah melakukan beberapa pertimbangan sebelum membuat Puspita tak naik kelas. Pihak sekolah juga sudah memberikan kesempatan kepada Puspita untuk melakukan remidial.

“Pernyataan itu saya sanggah semua. SMA mengikuti sistem paket. Mengikuti semua pelajar, sifat minimal baik, ekskul minimal baik, tidak memiliki mata pelajaran. Siswi memiliki empat nilai di bawah rata-rata. Artinya ketidaknaikan siswi yang bersangkutan dapat nilai nol, tapi empat mata pelajaran belum tuntas,” kata Dadang Yani saat jumpa pers di SMAN 4 Bandung, Jalan Gardujati No 20, Kebon Jeruk, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/9/2016), seperti diberitakan Detikcom.

“Pemberian nilai, saya tidak memberikan nilai nol, dengan memberikan kesempatan ujian susulan atau remedial. Rapot benar nilainya nol, memberikan kesempatan untuk membenarkan nilai tapi tidak datang,” lanjutnya.

Menurut pengamatan wali kelas, lanjut Dadang, Puspita sering sakit dengan kondisi lemah. Ia juga menjelaskan bahwa Puspita jarang mengikuti pelajaran bahasa Indonesia.

Baca juga: Gara-gara Ikut Olimpiade Biologi, Siswi SMAN 4 Bandung Ini Tak Naik Kelas

“Ada yang bilang sakit leukimia dan tidak tinggal dengan orang tuanya. Dari keterangan ibunya tubuhnya lemah karena kurang tidur dan susah makan. Banyak tidak hadir pelajaran bahasa Indonesia. Penanganan menurut guru BP, sering sakit dan tampak lemah,” ucap Dadang.

Senada dengan Dadang, Wakasek Kurikulum dan Guru Kimia Yudi Slamet menuturkan bahwa nilai matematika tidak nol. Lalu sebenarnya guru matematika sudah berikan waktu untuk remidial.

“Nilai matematika semuanya harusnya ada tiga nilai. Tetapi dia hanya satu nilai dengan angka 50, dirata-ratakan cuma 16,7. Karena kecil guru ragu mencantumkan kepada kurikulum dalam kondisi kosong bukan nol. Karena rumusan IT yang muncul angka nol. Tadinya memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan pada akhir rapat pleno,” jelas Yudi Slamet.

Guru matematika Wiwik Suprapti yang ikut dalam jumpa pers juga menegaskan dirinya telah memberi kesempatan Puspita untuk mengumpulkan tugas. Namun saat diminta mengumpulkan Puspita tidak ada.

“Nilai pengetahuan 65, ulangan keterampilan pertama ngambil dari UTS. Keterampilan dua dan tiga tidak mengumpulkan. Nilai tugas dan menjadi nilai keterampilan. Kami minta hasilnya, dia tidak ada,” tutur Wiwik.

Sementara, Disdik Kota Bandung juga berharap agar kasus ini diselesaikan secara komperhensif. Hal itu langsung dikatakan oleh Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana.

“Secara teknis ini keterangan sekolah dan guru. Kita berharap segala sesuatu yang terjadi bisa terselesaikan dengan baik-baik akan kami fasilitasi,” kata Elih Sudiapermana saat jumpa pers.

“Ini pertama dan harus lebih diantisipasi. Saya sarankan lebih konprehensif. Naik kelas atau tidak itu bukan hukuman tapi edukasi. Upaya terakhir,” lanjutnya.

Menurut Elih, ada baiknya semua pihak membaca peraturan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 53 tahun 2015. “Permendikbud No 53 Tahun 2015 aturan yang berlaku untuk penilaian naik kelas atau tidak,” jelas Elih.

Postingan Terkait:

Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Beritaterbaru.org – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah

Top