Fix…!! Djarot Pastikan Ilyas Karim Bukan Pengibar Bendera Pertama


Beritaterbaru.org – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan penertiban di Jakarta seringkali dipolitisasi. Salah satunya adalah mengenai pengakuan seorang veteran, Ilyas Karim, yang menyebut dirinya sebagai pengibar bendera Merah Putih pertama.

Ilyas Karim sendiri merupakan warga yang terdampak penertiban di Rawajati, Jakarta Selatan. Namun, Djarot mengatakan Ilyas Karim bukanlah pengibar bendera pertama.

“Kemarin dipolitisasi betul itu yang katanya ada pengerek bendera, kami telusuri enggak betul itu,” ujar Djarot saat menjadi pembicara dalam diskusi umum bertema “Kerja Nyata untuk DKI Jakarta” di Eightyeight Kasablanka, Sabtu (3/9/2016).

Djarot mengatakan Ilyas pernah diberi satu unit apartemen di Kalibata City karena sempat dipercaya menjadi pengibar bendera pertama. Namun, unit apartemen itu dia jual dan dia kembali lagi ke Rawajati.

“Jadi ngaku-ngaku pengibar bendera padahal dia enggak. Tapi kalau dia anggota tentara itu memang iya,” ujar Djarot.

Penjelasan Djarot mengenai Ilyas Karim sebenarnya untuk menjawab pertanyaan Tongari, salah satu peserta diskusi. Tongari yang tinggal di Kalibata menceritakan mengenai penertiban Rawajati yang banyak dipolitisasi.

Menurut dia, pemandangan warga Rawajati yang sholat di tengah jalan saat hari penertiban merupakan langkah politis. Meski demikian, Tongari berpendapat Pemprov DKI tetap harus melakukan pendekatan yang humanis saat melakukan penertiban.

Djarot pun mengatakan Pemprov DKI tetap harus melakukan penertiban itu. Sebab, pemerintah tidak boleh membiarkan warga untuk melanggar aturan. “Kita enggak bisa mendidik masyarakat kita untuk melanjutkan sebuah pelanggaran,” ujar Djarot.

Sebelumnya Fadli Zon, seorang politisi sekaligus sejarawan muda, menyangkal pernyataan Ilyas. Seperti dilansir pada laman Tribunnews,, Fadli membeberkan sejumlah fakta menegasi pernyataan Ilyas.

“Saya punya buktinya. Buku-buku sejarah yang saya miliki mengungkap, pria bercelana pendek itu bernama Suhud,” kata Fadli.

Di perpustakaan pribadinya, Fadli menyimpan buku-buku kuno, juga barang-barang kuno, termasuk buku yang menjelaskan siapa pria bercelana pendek yang mengibarkan Sang Saka Merah Putih saat detik-detik Proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno.

“Ini demi pelurusan sejarah. Kasihan kalau sejarah sampai dibelokkan. Makanya, saya siap debat Ilyas Karim. Dia bukan pengerek bendera, melainkan Suhud. Fakta sejarahnya ada dalam buku-buku yang saya simpan,” katanya.

Fadli kemudian berujar, dia belum menemukan keterkaitan sejarah Ilyas Karim dalam peristiwa kemerdekaan yang sempat tercatat dalam buku-buku sejarah.
“Tapi, jangan mengaku dia pengibar bendera Sang Saka. Dia itu ngaku-ngaku belakangan. Kasihan bangsa ini kalau sejarahnya dibelokkan,” ujarnya.(*)

URL : http://www.Beritaterbaru.org/2016/09/fix-djarot-pastikan-ilyas-karim-bukan.html

Postingan Terkait:

Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Beritaterbaru.org – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah

Top