Kisah Amat, Bocah yang 11 Tahun Hidup di Atas Bajaj

Amat tidur kursi kemudi bajaj yang diduduki sang ayah, Riwahyudin
Amat tidur kursi kemudi bajaj yang diduduki sang ayah, Riwahyudin. (Foto: Detikcom)

Ruang kemudi Bajaj yang luasnya tak lebih dari 1 meter persegi itu menjadi kamar tidur Muhammad Irwan (11) siang ini. Kakinya ditekuk karena ruangan tak cukup untuk selonjor. Dia juga tak bisa menggeliat dengan leluasa karena sebagian kursi kemudi diduduki sang ayah, Riwahyudin (54).

Dalam bising lalu lintas dan terik matahari di seputar Stasiun Cikini, bocah yang biasa dipanggil Amat itu tertidur pulas. Begitulah kehidupan Amat, manusia Bajaj yang sebelas tahun tinggal di atas kendaraan roda tiga itu.

Meski tak punya rumah tinggal dan 11 tahun tinggal di Bajaj, Amat jarang mengeluh. Dia tegar meski tak bisa menikmati masa-masa kecil seperti layaknya bocah-bocah Jakarta.

“Pernah (ngeluh), tapi saya bangga sama dia, dulu pernah sakit panas. Tapi dia ga rewel. Saya bawa ke Puskesmas sama ke dokter ga sembuh. Kaya sakit mau keluar campak gitu. Terus saya obati pakai obat tradisional China aja. Eh sembuh. Alhamdulilah. Saya hadapi dengan senyum saja semuanya,” kata Riwahyudin, Senin (26/9/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Ibu Amat sudah meninggal 11 tahun lalu. Sejak itu Wahyudin merawat Amat di atas Bajaj. Kondisi Bajaj yang sekarang sudah mendingan dibanding sebelumnya. Saat Amat masih kecil, Bajaj Wahyudin mirip kandang ayam. Dinding Bajaj di bagian pengemudi ditutup dengan tripleks untuk melindungi si buah hati dari angin malam dan hujan. Sekarang Bajaj Wahyudin sudah lebih bagus, ada penutup dari terpal yang melindungi Amat.

Bekerja menjadi sopir Bajaj, penghasilan Wahyudin kadang tak menentu. Dalam satu hari dia harus setor Rp 120 ribu. Terkadang ada sisa, tak jarang harus nombok.

“Setorannya mahal. Rp 120 ribu sehari. Kadang nombok. Ngisi bahan bakar jauh juga. Nggak semua ada BBG. Ada lebihan Rp 30 ribu Alhamdulilah. Yang penting buat sekolah sama makan dia (Amat),” kata Wahyudin.

Jika setoran belum cukup, Amat akan dibawa narik Bajaj oleh Wahyudin. Amat tidur di kursi kemudi di samping sang ayah duduk.

“Kalau belum ada setoran ya Amat tidur di depan sama saya. Biar penumpang nyaman juga. Kadang penumpang ada yang mau naik ada yang enggak. Ya nggak apa-apa. Semuanya Tuhan yang atur. Bersyukur saja saya,” kata Amat.

Wahyudin ingin memberikan contoh semangat kepada Amat bahwa jika bekerja tidak boleh menyerah dengan keadaan.

Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Beritaterbaru.org – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Beritaterbaru.org – Meskipun Gubernur nonaktif DKI Jakarta

Top