MA Vonis Mati Suhendra, Begal Sadis Biadab dari Sumsel

Ilustrasi palu hakim
Ilustrasi palu hakim. (istimewa)

Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman mati kepada begal sadis yang biasa beraksi di seputaran Sumatera Selatan (Sumsel), Suhendra. Pada 18 Juni 2015, Pengadilan Negeri (PN) Palembang menjatuhkan hukuman mati kepada Suhendra alias Hendra (23). Vonis mati juga dijatuhkan kepada Novriansyah alias Nopi (33).

Putusan itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Suhendra tidak terima dan mengajukan kasasi. Apa kata MA?

“Menolak permohonan kasasi dari Suhendra alias Hendra,” putus majelis sebagaimana dilansir website MA, Jumat (16/9/2016).

Duduk sebagai ketua majelis hakim agung Dr Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota hakim agung Margono dan Wahidin. Ketiganya menilai putusan PN Palembang dan PT Palembang sudah tepat dan benar.

“Putusan judex facti tidak bertentangan dengan hukum dan/atau UU,” putus majelis pada 26 Januari 2016.

Pria yang baru menginjak usia 24 tahun itu dikenal kejam dan keji dalam aksinya.

Dalam aksinya, Suhendra bekerja bersama Novriansyah dan Yuliana. Modus yang dilakukan kedua terdakwa bersama pelaku lain adalah berpura-pura menyewa kendaraan, lalu pemilik kendaraan dibunuh.

Salah satunya saat menyewa Daihatsu Grand Max BG 9623 ND milik Sidik Purwanto dengan alasan untuk mengangkat barang pindahan pada 2013. Suhendra dan Novriansyah mendatangi rumah Sidik di Palembang.

Tetapi di rumah itu, nyawa Sidik dihabisi dengan cara ditenggelamkan ke bak mandi. Setelah tewas, tubuh Sidik dimasukkan ke karung dan membuangnya yang hingga kini belum ditemkan jenazahnya.

Hal itu dilakukan lagi dengan target Somali. Mereka kembali pura-pura akan menyewa truk Nopol BG 8216 UK. Somali tanpa curiga mempersilakan truknya disewa dan ikut perjalanan yang belakangan malah diculik ke rumah Novriansyah. Di rumah itu, nyawa Somali dihabisi dengan sadis. Jenazah korban dimasukan ke karung dan dibuang ke Sungai Komering.

Aksi begal maut itu terungkap saat Yuliana terjaring razia di sebuah kafe di Lingkar Pangkalan Kerinci pada Desember 2013. Dari pengakuan Yuliana, terungkaplah kejahatan berat tersebut. Komplotan itu diringkus dan diadili dengan berkas terpisah.

Bagaimanakah nasib Yuliana? Setelah mengungkap cerita itu, ia membakar dirinya sendiri di ruang Reskim dengan bensin yang ada di ruangan tersebut. Nyawanya tidak terselamatkan saat dibawa ke RS Tabrani pada 13 Desemberber 2013 pagi.

Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Beritaterbaru.org – Kongres Nasional I Keluarga Alumni

Top