Mengandung Bakteri E-Coli, Produk Makanan Bayi Bebiluck Digerebek

Pabrik bubur dan puding Bebiluck digerebek di Tangsel
Pabrik bubur dan puding Bebiluck digerebek di Tangsel. (Detikcom)

Satgas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal yang terdiri dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Kesehatan menggerebek pabrik ilegal makanan bayi di Tangerang Selatan (Tangsel).

Penggerebekan pabrik bubur dan puding bayi tersebut dilakukan pada Kamis (15/9/2016). Makanan bayi tersebut bermerek Bebiluck dan diproduksi oleh PT HBS. AKP Lili dari Bareskrim Polri Sub Direktorat Industri dan Perdagangan, produk Bebiluck ini selama ini dipasarkan lewat online di wwww.bebiluck.com dan sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Dalam satu hari rata-rata pabrik ini memproduksi 7 kuintal makanan pendamping ASI.

“Produknya adalah makanan bayi jenis bubur dan puding,” ujar Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam perbincangan, Jumat (16/9/2016).

Menurut Penny, untuk bubur bayi terdiri dari 12 varian yakni ayam, sayuran, ikan. Selain itu ada menu tematik seperti yummy, happy tummy, tummy, strong, brainy dan alergy.

Penny menambahkan, total barang bukti yang diamankan Satgas tersebut yakni 627 juta. Bahkan 106 juta belum dikemas dengan mesin produksi.

Omzet perusahaan tersebut Rp 1,5 miliar per bulan. “Produksi per hari rata-rata 7 kuintal dan omzet per bulan hingga Rp 1,5 miliar,” ujarnya.

Perusahaan tersebut terancam hukuman dua tahun bui.

“Yang bersangkutan melanggar UU Pangan pasal 140 tentang persyaratan keamanan pangan, pasal 142 tentang izin edar dengan ancaman maks 2 tahun penjara atau denda maksimal Rp miliar juga UU Perlindungan Konsumen pasal 162,” ujar Penny.

Menurut Penny, produsen bubur dan puding bayi tersebut tidak memiliki izin edar. Produk tersebut juga tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan.

Kepala BPOM Serang Muhammad Kashuri mengatakan, setelah diuji laboratorium ternyata pada bubur dan puding bayi tersebut ditemukan bakteri yang melampaui ketentuan. Bakteri tersebut dapat menimbulkan diare.

“Setelah dilakukan uji lab ternyata dalam makanan ini ada bakteri Ecoli dan bakteri Coliform yang melampaui ambang batas. Bakteri ini dapat menimbulkan diare dan gangguan pencernaan pada bayi mengingat pencernaan bayi sangat rentan terserang bakteri,” ujar Kashuri.

Postingan Terkait:

Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Beritaterbaru.org – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah

Top