Mengenal Narkoba Jenis Asfat yang Dikonsumsi Reza Artamevia

Ilustrasi sabu-sabu siap edar
Ilustrasi sabu-sabu siap edar. (Istimewa)

Pihak kepolisian menyatakan hasil urine penyanyi kondang Reza Artamevia positif narkoba. Namun, setelah kasusnya dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN), Reza dinyatakan negatif sabu tetapi positif untuk narkoba jenis asfat. Pernyataan itu disampaikan BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah mantan istri Adji Massaid itu menjalani pemeriksaan selama lima jam.

Apa itu sebenarnya asfat?

Asfat merupakan obat-obatan yang mengandung zat amphetamin. Dokter Yuli, Tim dokter BNNP NTB, menjelaskan Asfat merupakan suatu benda yang dibakar di bohr/nampan kecil. Asap dari barang tersebut bisa membuat badan yang tidak fit menjadi bugar.

Reza sendiri mengaku hanya dua kali menggunakan Asfat. Oleh karena itu, pada kasus ini, Reza dan kawan-kawannya tidak dinyatakan sebagai pecandu. Namun, BNN tetap merehabilitasi mereka dengan rawat jalan.

“Reza dan lainnya mengaku hanya menggunakan barang itu jauh-jauh hari sebelum kongres, untuk menghindari capek karena kongres,” ujar Yuli, di Mataram, Kamis 1 September 2016, seperti dilansir Liputan6.com.

Menurut dia, Asfat juga mengandung zat amphetamin seperti halnya sabu. Kepala BNNP NTB Kombes Sriyanto menegaskan Reza mengaku tidak tahu tentang amphetamin dalam Asfat. Dia tidak tahu obat tersebut dilarang untuk dikonsumsi.

“Setelah dilakukan tes urine, semuanya sudah negatif (sabu), dan hasil-hasil assesment-nya semuanya masih ditingkat coba-coba pakai. Belum kecanduan,” ujarnya.

Membahas soal asfat, obat ini diduga nama jalanan untuk narkoba. “Kemungkinan itu hanya street name di dunia peredaran narkoba,” kata Staf Ahli Kimia Farmasi Badan Narkotika Nasional, Kombes Mufti Djusnir, Jumat.

Namun tidak dimungkiri bila yang dikonsumsi tersebut adalah narkoba. Sebab, zat yang dikandung dalam asfat dan hasil tes urine mengandung amfetamin, zat yang masuk ke dalam narkotika golongan I.

Mantan Kepala Badan Nasional Provinsi NTB yang juga ahli dalam persidangan ratu ekstasi Zarima ini mencontohkan, blue eyes yang merupakan salah satu jenis sabu. Namun orang mengenalnya dengan blue eyes.

“Mereka berkembang di jalannya masing-masing dan diberi nama itu,” Mufti menjelaskan.

Mufti menjelaskan, berdasarkan data United Nations Office on Drugs and Crime(UNODC) tercatat ada 614 zat baru narkotika atau yang disebut New Psychoactive Substance (NPS).

“Di Indonesia terakhir masuk 45 NPS,” Mufti menjelaskan.

Dari jumlah 45, 18 zat baru narkotika sudah masuk dalam lampiran Undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dan masuk ke dalam narkotika golongan 1.

“Termasuk Metilon yang merupakan turunan dari katinona,” jelas Mufti.

Kasus metilon pernah menjerat Raffi Ahmad. Meski zat tersebut memiliki sifat yang sama dengan narkotika lainnya, yaitu halusinogen dan ketergantungan, jaksa tidak kunjung menerika berkas tersebut.

Alasannya adalah, saat itu zat turunan yang dikonsumsi Raffi tidak tercatat dalam lampiran UU Narkotika. Reza Artamevia ditangkap di sebuah hotel berbintang di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dia ditangkap bersama Gatot Brajamusti atau Aa Gatot dan istrinya Dewi Aminah. Dari tangan keduanya polisi menemukan dua paket kristal bening yang diduga sabu, juga alat isap atau bong.

Selain Reza, Aa Gatot dan Siti Aminah, turut ditangkap dua anak Aa Gatot. Delapan orang tersebut kemudian dites urine dan dinyatakan positif amfetamin. Polisi tidak menyebut mereka mengkonsumsi sabu.

Baca juga: Reza Artamevia Ngaku Ikut Ritual Aa Gatot, Isap Asap dari Kemenyan dan Sabu

Soal asfat ini juga disinggung kakak Elma Theana, Rency Milano. Namun, kata Rency, Aa Gatot menyebut itu adalah makanan jin.

Postingan Terkait:

Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Beritaterbaru.org – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,

Top