Soal Puspita Tak Naik Kelas, Ridwan Kamil: Tak Mungkin Sekolah Salah

Ridwan Kamil angkat bicara soal kasus tak lulusnya siswa SMAN 4 Bandung
Ridwan Kamil angkat bicara soal kasus tak lulusnya siswa SMAN 4 Bandung. (Detikcom)

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil lebih mendukung sekolah mengenai kasus siswa SMAN 4 Bandung yang tidak naik kelas karena tidak ikut ujian. Menurutnya, tidak mungkin anak yang mampu secara akademis tidak naik kelas.

“Apalagi kan siswanya ikut olimpiade Biologi, jadi pasti secara akademis mampu,” ujar pria yang karib disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (5/9/2016).

Emil kemudian mencari tahu kebenarannya dengan menelepon Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana. Dari keterangan Elih, siswa tersebut tidak naik kelas karena tidak mengikuti ujian.

“Memang tidak ikut ujian. Tapi kata Pak Elih, sama sekolah sudah diberi kesempatan ujian susulan, tidak dipenuhi,” kata Emil.

Emil menyayangkan jika betul siswa tersebut tidak mengikuti ujian padahal sudah diberi kesempatan. Apalagi siswa tersebut termasuk pintar.

“Bahkan katanya kesempatan yang diberikan berkali-kali. Tapi katanya siswa tidak mempergunakan kesempatan tersebut,” papar Emil.

Orang nomor satu di Bandung itu meyakini pihak sekolah tidak akan dengan sengaja menzalimi siswanya. Apalagi tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti ujian, padahal siswa yang bersangkutan dianggap mampu.

“Tidak mungkin pihak sekolah tidak menaikkan kelas siswa jika siswa yang bersangkutan mengikuti prosedur,” pungkasnya.

Baca juga: Gara-gara Ikut Olimpiade Biologi, Siswi SMAN 4 Bandung Ini Tak Naik Kelas

Dvijatma Puspita Rahmani, siswi kelas 1 SMAN 4 Bandung, jatuh sakit selama 2 minggu. Orang tuanya mengaku sudah memberikan surat keterangan sakit ke sekolah. Begitu Puspita masuk sekolah, pihak sekolah menunjuk dirinya untuk mengikuti olimpiade biologi. Demi mendapatkan hasil maksimal, pihak sekolah memberikan dispensasi kepada Puspita untuk tidak belajar di kelas.

Selain itu, sekolah memberi izin agar setelah selesai olimpiade Puspita dapat mengikuti ujian susulan dan mengumpulkan tugas susulan. Puspita pun kemudian ikut pelatihan olimpiade.

“Ketika Puspita sedang rehat sejenak, ia bertemu dengan guru bahasa Indonesia. Guru bahasa Indonesia itu kemudian menanyakan kenapa Puspita tidak masuk pelajarannya,” kata orang tua Puspita, Danny Daud Setiana, ketika dihubungi detikcom, Senin (5/9/2016).

Puspita pun memberikan penjelasan kepada sang guru bahwa dirinya sedang mengikuti pelatihan olimpiade. Namun sang guru malah memarahinya.

“Memangnya pelajaran bahasa Indonesia tidak penting? Memang hanya pelajaran biologi saja yang penting?” kata guru bahasa Indonesia seperti dituturkan Danny Daud Setiana.

Akhirnya Puspita diberi nilai nol untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Ia tidak naik kelas. Orangtua mengadukan hal ini ke LBH Jakarta dan KPAI.

Postingan Terkait:

Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Beritaterbaru.org – Kongres Nasional I Keluarga Alumni

Top