Dulu Ditentang dan Didemo, Kini Warga Kampung Pulo Berterima Kasih Pada Gubernur Ahok

Beritaterbaru.org – Normalisasi Sungai Ciliwung ternyata tak hanya berdampak mengurangi banjir di Ibukota. Dampak positif lain yakni meningkatnya harga jual tanah di sekitar lokasi, seperti di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, setelah dilakukan relokasi warga ke rumah susun (rusun) dan normalisasi, saat ini harga tanah di Kampung Pulo rata-rata Rp 20 juta per meter persegi.

Basuki menambahkan, warga di Kampung Pulo saat ini mendukung program normalisasi Sungai Ciliwung yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Sekarang tanya sama orang Kampung Pulo, mereka lebih dukung Ciliwung Merdeka atau normalisasi? Normalisasi. Tanah sekarang ini yang nggak kena sudah Rp 20 juta rata-rata per meter. Dulu siapa yang mau beli Rp 20 juta per meter,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (28/9).

Naiknya harga tanah di kawasan tersebut, lantaran banjir yang dulu sering melanda sudah bisa teratasi. Normalisasi yang dilakukan tidak hanya melebarkan sungai saja, tetapi juga membuat jalan inspeksi.

Basuki mengaku semula telah menerima konsep yang ditawarkan oleh Ciliwung Merdeka untuk penataan Kampung Pulo. Namun mereka tidak bisa memenuhi syarat, memberikan bukti persetujuan warga agar lahannya digunakan untuk pembangunan.

“Saya minta sama mereka, kamu mau desain kaya begini? Oke saya kerjakan pakai kontribusi tambahan dari pengembang. Tetapi bisa nggak kamu dapetin surat kuasa dari semua pemilik di daratan tadi. Ternyata mereka nggak bisa,” tandasnya.


Menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendarwan, perubahan drastis dari kawasan banjir menjadi bebas banjir terjadi di Kampung Pulo. “Perubahan paling riil di Kampung Pulo, Jakarta Timur, padahal baru dikerjakan sebagian. Begitu kami lakukan pembenahan, sekarang masyarakat sudah tidak kebanjiran,” ujar Teguh, baru-baru ini.

Sejumlah warga Kampung Pulo menyatakan, bila ada genangan karena hujan lebat maka genangan tersebut akan hilang setelah sejam padahal sebelumnya butuh tiga hari untuk kering. 

Warga Kampung Pulo yang direlokasi ke rumah susun Jatinegara Barat pun bisa hidup lebih nyaman dan tenang. Fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia di rusun cukup memadai.

Salah satu warga, Onin mengatakan, perbedaan yang paling utama adalah tidak banjir lagi. Warga bisa tidur dan beraktifitas dengan nyaman tanpa perlu khawatir banjir datang.

Pengelola telah menyiapkan berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan warga. Seperti aula, masjid, dan puskesmas. Anak sekolah juga mendapat sarana transportasi antar jemput gratis.

“Rata-rata yang sudah di sini betah, biaya sewa murah. Bahkan ada yang mau nawar rusun saya Rp35 juta. Tapi saya enggak mau. Takut dipenjara,” terang Onin.


Harga sewa unit di rumah susun sederhana sewa Jatinegara Barat hanya Rp300 ribu per bulan. Biaya itu mencakup kebersihan, listrik dan air.

“Kami berterima kasih buat pak Ahok yang sangat memperhatikan warganya. Kalau bisa sih   kedepannya rusun juga bisa jadi hak milik,’ungkap Onin.(beritajakarta.com)

URL : http://www.Beritaterbaru.org/2016/10/dulu-ditentang-dan-didemo-kini-warga.html

Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Ahmad Dhani Cs Diciduk Polisi, Fahri Hamzah Protes…!
Beritaterbaru.org – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Beritaterbaru.org – Meskipun Gubernur nonaktif DKI Jakarta

Top