Gara-gara Nasi Masih Mentah, Polisi di Sorong Peras Rumah Makan

Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa
Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa. (Okezone)

Beritaterbaru.org. Tindakan polisi ini memang memalukan. Gara-gara nasi yang dikonsumsinya masih mentah, 4 anggota Polsek Sorong Barat melakukan tindakan kriminalisasi terhadap pemilik sebuah restoran. Namun dalam perjalanan proses hukum keempatnya malah memeras si pemilik rumah makan yang menjual masakan Padang tersebut.

Kapolda Papua Barat Brigjen Royke Lumowa menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh keempat anggotanya itu. Dia mengatakan pihak Propam Polres Sorong Kota telah melakukan tindakan tegas terhadap keempat oknum tersebut.

“Saya sudah perintahkan ke Kapolres Sorong Kota untuk ditindak. Mereka sudah ditangkap oleh Polres Sorong Kota dan ditahan malam ini juga,” ujar Brigjen Royke, Kamis (13/10/2016), seperti diberitakan Detikcom.

Keempat oknum tersebut yakni Bripka Karin Silehu, Brigadir Leksi J Nenobais, Bripka Zuprijal Siregar dan Bripka Sahlan Husein. Kisah ini berawal pada Jumat (7/10) lalu sekitar pukul 19.30 WIT salah satu anggota Polsek Sorong Barat meminta tolong kepada rekannya untuk memesankan makanan. Sesampainya makanan tersebut, mereka pun langsung menyantap makanan itu.

“Namun nasinya belum masak, masih mentah, sehingga anggota tersebut mendatangi rumah makan dan bertemu dengan pemilik rumah makan tersebut,” terang Royke.

Kepada pemilik rumah makan mereka menanyakan alasan kenapa nasi tersebut belum masak. Karena kesal, mereka kemudian meminta pemilik rumah makan tersebut untuk datang ke Polsek Sorong Barat.

“Sesampainya di polsek, pemilik rumah makan ini diperiksalah oleh anggota Reskrim Polsek Sorong Barat,” lanjutnya.

Namun pada saat pemeriksaan, si pemilik rumah makan memohon maaf dan meminta agar dirinya tidak diproses hukum. Alih-alih memroses si pemilik rumah makan keempatnya malah meminta ‘uang damai’.

Kemudian si pemilik rumah makan mengeluarkan uang sebesar Rp 1 juta dan menyerahkannya ke oknum tersebut. Namun oknum tersebut merasa uang yang diberikan si pemilik rumah makan terlalu kecil.

“Mereka meminta Rp 2 juta dari si pemilik rumah makan,” imbuhnya.

Si pemilik kemudian meminta izin keluar Polsek untuk mencari sisa Rp 1 juta yang diminta oleh oknum tersebut. Selanjutnya, si pemilik rumah makan kembali lagi ke Polsek Sorong Barat dan menyerahkannya kepada oknum tersebut, sehingga total uang yang diberikan pemilik rumah makan menjadi Rp 2 juta.

Merasa telah diperas si pemilik rumah makan ini kemudian melapor ke Polres Sorong Kota. Tidak berapa lama, Polres Sorong Kota pun menangkap keempat oknum tersebut.

“Sementara proses penanganan tindak pidana dilakukan oleh Satreskrim Polres Sorong Kota,” tutupnya.

Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Ramalan Mengejutkan Fahri Hamzah Tentang Jokowi…..!
Beritaterbaru.org – Kongres Nasional I Keluarga Alumni

Top