Ini Alasan Guru Besar IPB, Prof Euis Sunarti Ingin LGBT Dibui

Guru besar IPB Bogor Prof Dr Euis Sunarti
Guru besar IPB Bogor Prof Dr Euis Sunarti. (Detikcom)

Guru besar IPB Bogor Prof Dr Euis Sunarti dan 11 temannya yameminta MK meluaskan makna pasal asusila dalam KUHP yaitu pasa 284, 285 dan 292. Dalam gugatannya itu, Euis dkk berharap kumpul kebo dan homoseks bisa masuk delik pidana dan dipenjara.

Pasal 292 KUHP saat ini berbunyi:

Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Pemohon meminta pasal itu menjadi:

Orang yang melakukan perbuatan cabul dengan orang dari jenis kelamin yang sama, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun.

IPB Bogor identik dengan pertanian, sesuai namanya. Alhasil, gugatan guru besar IPB Bogor, Euis Sunarti yang meminta LGBT dan kumpul kebo dipenjara, mengagetkan publik. Kok bisa guru besar kampus pertanian mengurusi masalah pidana?

“Saya memang di IPB, ada Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen. IPB sejak dulu juga ada Departemen Kesejahteraan Keluarga. Dulu hanya konsen di petani dan nelayan. Tapi kemudian diperluas agar konsen kepada ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Adanya di Fakultas Ekologi Manusia,” kata Euis usai mengikuti sidang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/10/2016).

Menurut Euis dkk, homoseksual haruslah dilarang tanpa membedakan batasan usia korban, baik masih belum dewasa atau sudah dewasa. Sehingga para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dikenakan Pasal 292 KUHP dan dipenjara maksimal 5 tahun.

Begitu pula pasal 284 KUHP tentang Zina. Euis dkk meminta pasal zina berlaku kepada siapa pun orang yang melakukan hubungan badan di luar perkawinan, tanpa melihat apakah salah satu sudah terikat perkawinan atau belum. Di dalam masyarakat, kasus ini dikenal dengan pasal Kumpul Kebo. Euis juga meminta Pasal 285 KUHP tentang Perkosaan diperluas menjadi perkosaan sejenis juga bisa dikenakan pasal tersebut.

“Sejauh ini guru besar yang memang fokus ke kesejahteraan keluarga baru dari IPB saja,” ucap Euis.

MK telah menggelar sidang permohonan Euis hingga 10 kali sidang. MK telah menghadirkan para pihak, yang pro dan kontra. Persidangan berjalan dinamis, bahkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyebut ada pertarungan idiologi dalam sidang tersebut. Apa tanggapan Euis?

“Sebagai umat muslim, penggunaan nilai agama menjadi sendi kehidupan. Hal ini sebetulnya sama seperti pendapat hakim MK yang lalu, ini adalah pertarungan ideologis yang konvensional dan sekuler dan aspek liberal,” ucap Euis sambil buru-buru meninggalkan Gedung MK.

Postingan Terkait:

Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Akhirnya BJ Habibie Angkat Suara Terkait Aksi 212…….
Beritaterbaru.org – Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Mantap…! FPI Akan Bangun Posko-posko Bantuan Kemanusiaan di Aceh
Beritaterbaru.org – Pengiriman laskar untuk membantu para
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Aher Sebut Pembubaran Kebaktian Natal sebagai Perkara Kecil
Beritaterbaru.org – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berpendapat,
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Kivlan Zein Bantah Mau Makar, Tapi Setuju Mandat Jokowi-JK Dicabut Lewat UUD 1945 Lama
Beritaterbaru.org –  Mayjen (Purn) Kivlan Zein membantah

Top