Suami Marwah Daud Rekrut Banyak Dosen Unhas Gabung Padepokan Dimas Kanjeng

Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Marwah Daud
Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Marwah Daud. (Detikcom)

Beritaterbaru.org. Ibrahim Taju, suami Marwah Daud disebut perpanjangan tangan Taat Pribadi untuk merekrut calon anggota bergabung ke Padepokan Dimas Kanjeng terutama dosen Universitas Hasanudddin (Unhas).

“Beberapa dosen Unhas direkrut Ibrahim, suami Marwah Daud, mereka sudah lama bergabung dengan Dimas Kanjeng cuma malu mengaku,” ujar sumber dari kalangan dosen Unhas kepada SP dan Berita Satu.com, Senin (10/10).

Pasangan suami istri itu adalah sosok yang berpengaruh, keberadaan mereka di lingkungan padepokan meyakinkan sejumlah akademisi dan masyarakat untuk ikut bergabung.

Ketika Dimas Kanjeng dilanda masalah, tak satu pun dosen yang mau terang-terangan mengaku sebagai pengikutnya, apalagi mau melapor karena merasa dirugikan. Padahal mereka telah menyetorkan uangnya ke padepokan itu untuk digandakan.

Lintassulsel.com mengabarkan bahwa TS, (54) yang merupakan salah satu mantan pengikut Dimas Kanjeng di Makassar mengatakan saat itu dia bergabung dengan Dimas Kanjeng melalui Ibrahim Taju yang merupakan salah satu orang kepercayaan Dimas Kanjeng yang ditugaskan melakukan perekrutan pengikut di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar).

“Ibrahim Taju yang ajak saya masuk, jadi santri istilahnya di tahun 2012,” ungkap TS saat ditemui dikediamanya, Sabtu (8/10) malam.

Terkait setoran mahar, baik jumlah kecil atau pun jumlah besar semua melalui Ibrahim Taju. Namun jika Ibrahim Taju tidak ada maka yang menerima setoran mahar Alim Taju adik Ibrahim Taju. Kemudia mahar-mahar tersebut dikirim ke rekening Ibrahim Taju.

“Yang paling bertanggung jawab di sini seharusnya Ibrahim Taju,” tuturnya.

TS melanjutkan, adapun jumlah mahar yang disetorkan pada waktu itu tergantung dari variasinya. Sebab, dalam perekrutan santri sebagai pengikutnya Dimas Kanjeng ada yang namanya santri biasa dan santri tim, santri tim yang dimaksudkan adalah santri yang tidak terbatas setorannya.

“Waktu itu saya masukan 100 juta lebih, ada yang miliaran uangnya masuk, ratusan juta, dan puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, waktu itu Ibrahim juga menghimbau kepada santri biasa untuk dapat menjadi santri tim dengan syarat menambah maharnya sebesar lima juta rupiah perorang. Ibrahim menegaskan kata TS, kalau cair itu dananya yang menambah lima juta maka akan diberikan 50 miliar perorang.

“Seperti saya yang ratusan juta bisa mendapatkan 6,5 miliar perhari. Wakti itu saya candai, ya kalau dalam 1 bulan dengan 6,5 miliar perhari kan hampir 200 miliar perbulan, dari mana uangnya, uang apa itu?,” tukasnya.

Kepolisian Derah (Polda) Jawa Timur yang menyelidiki kasus Dimas Kanjeng mengumumkan bahwa jumlah pengikut Dimas Kanjeng di Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai tidak kurang 3.000 orang terdiri dari berbaga lapisan profesi, ada dosen, pengusaha, anggota TNI/Polri, profesor, dan masyarakat biasa.

Kendati korbannya di Sulsel cukúp banyak, namun sampai Senin (10/10) pos pengaduan korban Dimas Kanjeng yang disiapkan di Markas Polda masih sepi, tak ada yang melapor.

Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Nyatakan Siap Bela Ratna Sarumpaet Cs, Alasan Yusril Ternyata Begini….!!
Beritaterbaru.org – Pakar hukum tata negara Yusril
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Dengan Berat Hati, Tim Advokasi GNPF-MUI Terima Ahok Tidak Ditahan
Beritaterbaru.org –  Sebanyak 25 orang anggota dari
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Pakar Hukum: Jangan Paksakan Keinginan untuk Menahan Ahok
Beritaterbaru.org – Meskipun Gubernur nonaktif DKI Jakarta
Mantap…!! 39 Bendungan Mangkrak Bakal Rampung di Era Jokowi, Ini Daftarnya
Mantap…!! 39 Bendungan Mangkrak Bakal Rampung di Era Jokowi, Ini Daftarnya
Beritaterbaru.org –  Dua bendungan ditargetkan selesai konstruksinya

Top